Kupas Tetang Karimun Wagon R AGS

Kupas Tetang Karimun Wagon R AGS | Bila boleh jujur, transmisi Auto Gear Shift (AGS) yang ditawarkan pada keluarga baru Karimun Wagon R AGS ini memang cukup menarik, bukan hanya karena menjadi satu-satunya LCGC yang membenamkan transmisi ini, tapi pada umumnya AGS digunakan pada mobil-mobil brand premium asal Eropa layaknya, Fiat dan Peugeot yang lebih dulu menggunakan transmisi seperti ini.

Kehadiran Wagon R Auto Gear Shift akan menjadikan persaingan LCGC makin ketat, dan lebih dari itu hal ini juga menjadi jawaban untuk pihak Suzuki Indomobil Sales (SIS) terhadap para permintaan konsumennya. Lalu, bagaimana perbeadan dari sisi performa, sensasi berkendara dan efesiensinya bila dibadingkan dengan Wagon R versi manual setelah dua hari bersama WAgon R AGS berkeliling kota, simak ulasan singkatnya.

 

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, redaksi sudah pernah menggunakan transmisi ini pada Fiat 500 dan Peugeot 101 so tak perlu terlalu lama untuk redaksi beradapatasi. Tapi bagi orang awam, tentu akan sedikit membutuhkan waktu lebih lama untuk membiasakannya. Terlebih indikator pada tuas perseneling hanya berupa R,N,D, dan M (-/+) di sebelah kirinya, tanpa ada indikator P atau yang lebih dikenal dengan ‘parking’. Dasarnya sendiri Auto Gear Shift merupakan sistem transmisi yang menggabungkan dua tipe transmisi, baik manual dan otomatis 5 percepatan. Cara kerjanya pun hampir serupa dengan mobil matik lainnya yang memiliki tombol (+) untuk menaikan dan (-) untuk menurunkan giginya.

“Pada prinsipnya Auto Gear Shift ini berkerja seperti mobil bertransmisi otomatis, tapi bedanya ini adalah transmisi manual yang dijadikan matik tanpa pedal kopling. Coba saja dan rasakan bedanya,” ungkap Davy Jeffry Tuilan Deputy Managing Director PT SIS.

Tuas dikaki hanya ada gas dan rem tanpa kopling, karena memang peranan kopling sudah dikendalikan secara otomatis melalui sistem komputerisasi atau aktuator hidrolik elektronik yang mengoprasikan perpindahan gigi secara otomatis dengan transmisi manual 5 percepatan yang dikendalikan oleh Electronic Control Unit (ECU) dan Transmission Control Modul (TCM) untuk mengontrol kopling, persneling gigi dan mesin.

 

“Transmisi ini mampu memberikan perpindahan gigi dalam waktu yang optimal untuk memberikan kenyamanan berkendara layaknya transmisi otomatis dan lebih hemat bahan bakar layaknya transmisi manual,” ujar Donny Saputra, Head of 4W Product Development PT. SIS.

Tak perlu bingung ketika mengendarainya, karena pada spidometer sudah ada indikator posisi gigi baik saat menggunakan manual maupun saat berkendara secara otomatis. Sebelum berjalan, posisi perseneling akan berada pada posisi N karena memang tak ada indikator P, nah ketika menyalakan kendaraan silakan tekan pedal remnya selain sebagai acuan kontak hal ini juga menjadi unsur safety. Ups satu lagi yang harus diingat, ketika mobil berhenti saat menggunakan transmisi manual baik anda selalu menginjak pedal rem atau menormalkannya lalu menarik tuas rem tangan, karena bila anda berada pada posisi gigi 1 namun tanpa menekan rem atau menekan gas makan mobil bisa mendadak mundur apali bila berada di jalan tak rata layaknya turunan.

104439_wagonr4

Si Mungil Fun To Drive

Secara sepesifikasi mesin, Wagon R matik atau AGS ini memang sama dengan Wagon R lainnya. So tak ada perbedaan soal tenaga, tapi bicara dari aspek realitas mengenai respon dan sensasi pasti jauh berbeda. Secara respon pada putaran bawah, di posisi matik, AGS memang terasa lebih boyo alias lemot bila dibandingkan dengan transmisi manual. Namun bicara soal sensasi saat mengendarianya, jauh lebih mengasyikan.

 

Efek fun to drive yang diberikan oleh si mungil Wagon R AGS ini makin terasa melalui kemudahan perpindahan giginya. Selain itu meski pada putaran bawah terasa lemot, namun hal ini tak berlaku lagi ketika anda membejek habis pedal gasnya pada posisi berkendara otomatis, waktu redaksi meraskan diputaran atas perpindahan giginya tergolong lembut meski sedikit terasa delaynya.

Selesai membayar tol Pondok Aren, langsung pedal gas kami kick-down habis, torsi pun keluar dan mobil pun melesat. Perpindahan gigi 1,2 dan 3 berada pada 5.000 rpm, sedangkan 4 dan 5 memiliki nafas yang lebih panjang karena baru pindah di rpm 6.000, hal ini memang salah satu ciri khas mobil bermesin kecil yang lebih cenderung putaran atasnya dibuat teriak di rpm tinggi.

 

Meski kami tak mengihitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyentuh angka 100 km/jam, tapi pada posisi top speed dengan 3 penumpang kami mampu menorehkan kecepatan hingga 120 km/jam. Saat membutuhkan tenaga yang lebih responsif, silakan geser tuas ke posisi manual, dengan begini pengendara bisa mengatur sendiri kapan mau menaikan dan menurunkan giginya. Tapi catatan penting adalah saat berada di kecepatan 120 km/jam, mobil sudah terasa beregetar, hal ini wajar saja karena memang tubuhnya yang kecil, lagi pula sebuah LCGC memang tak dirancang untuk kecepatan tinggi.

 

Selain bisa lebih responsif dengan posisi berkendara manual, tentu keuntungan lain adalah saat anda butuh engine brake untuk membantu pengereman, tapi sayangnya saat anda berkendara dalam posisi santai dan menggunakan transmisi manual akan terasa jeda yang menjengkelkan ditiap menaikan gigi. Hal ini redaksi raskan bersama dua rekan media lainnya, berkendara irit dengan posisi rpm di bawah maupun pas 2.000 saat menaikan gigi dan kembali menekan gas terasa lemot, berbeda ketika kami berkendara secara secara agresif. Bahkan saat putaran mesin dirasa belum sempurna oleh komputer, ia tak mau pindah ke gigi berikutnya, namun untuk penurunan gigi masih cukup baik.

Tantangan Efesiensi

Berbicara soal efesiensi, sebelumnya kami sudah bahas bahwasanya memang Wagon R AGS jauh lebih irit dibandingkan dengan Wagon R manual. Setelah pihak SIS mengklaim hal tersebut, kami pun membuktikannya sendiri.

 

Redaksi bersama rekan dua rekan media lainnya menorehkan hasil 30,331 km/l, sedangkan dalam lomba kompetisi dimenangakan oleh rekan lainnya dengan angka 36,16 km/l setelah menempuh perjalanan sepanjang 115,3 km dan dilakuakn proses top up pengisian bahan bakar.

Sumber

Dapatkan Promo Penawaran Terbaik dan bonus menarik lainnya, Ajukan Online sekarang juga, proses cepat & mudah
Hubungi Kami Langsung di: 085277956145
Klik Whatsapp Klik Telepon
___________________________________
Atau Klik Form Simulasi Kredit/Tukar Tambah
Simulasi Kredit Tukar Tambah
___________________________________
Customer Service | otosentrum.com
Alia April
Bayu Aji Ramadhan

Posted in News and tagged , , , .